Lamun memiliki bunga, berpolinasi, menghasilkan buah dan menyebarkan bibit seperti banyak tumbuhan darat. Dan klasifikasi lamun adalah berdasarkan karakter tumbuh-tumbuhan. Selain itu, genera di daerah tropis memiliki morfologi yang berbeda sehingga pembedaan spesies dapat dilakukan dengan dasar gambaran morfologi dan anatomi. Lamun merupakan tumbuhan laut monokotil yang secara utuh memiliki perkembangan sistem perakaran dan rhizoma yang baik. Pada sistem klasifikasi, lamun berada pada Sub kelas Monocotyledoneae, kelas Angiospermae. Dari 4 famili lamun yang diketahui, 2 berada di perairan Indonesia yaitu Hydrocharitaceae dan Cymodoceae. Famili Hydrocharitaceae dominan merupakan lamun yang tumbuh di air tawar sedangkan 3 famili lain merupakan lamun yang tumbuh di laut.
Lamun merupakan tumbuhan yang beradaptasi penuh untuk dapat hidup di lingkungan laut. Eksistensi lamun di laut merupakan hasil dari beberapa adaptasi yang dilakukan termasuk toleransi terhadap salinitas yang tinggi, kemampuan untuk menancapkan akar di substrat sebagai jangkar, dan juga kemampuan untuk tumbuh dan melakukan reproduksi pada saat terbenam. Lamun juga memiliki karakteristik tidak memiliki stomata, mempertahankan kutikel yang tipis, perkembangan shrizogenous pada sistem lakunar dan keberadaan diafragma pada sistem lakunar. Salah satu hal yang paling penting dalam adaptasi reproduksi lamun adalah hidrophilus yaitu kemampuannya untuk melakukan polinasi di bawah air. Secara rinci klasifikasi lamun menurut den Hartog (1970) dan Menez, Phillips, dan Calumpong (1983) adalah sebagai berikut : Divisi : Anthophyta Kelas : Angiospermae Famili : Potamogetonacea Subfamili : Zosteroideae Genus : Zostera Phyllospadix Heterozostera Subfamili : Posidonioideae Genus : Posidonia Subfamili : Cymodoceoideae Genus : Halodule Cymodoceae Syringodium Amphibolis Thalassodendron Famili : Hydrocharitaceae Subfamili : Hydrocharitaceae Genus : Enhalus Subfamili : Thalassioideae Genus : Thalassia Subfamili : Halophiloideae Genus : Halophila
Hiu paus (Rhincodon typus) dikenal sebagai hewan terbesar yang masih hidup di dunia, di luar paus. Hiu ini sering dijuluki dengan sebutan whale shark, karena ukuran tubuhnya yang besar dan kebiasaan makannya dengan menyaring air laut untuk memakan plankton dan ikan ikan jenis teri. Kebanyakan jenis paus.Hiu ini mengembara di samudera tropis dan lautan yang beriklim hangat, dan dapat hidup hingga berusia 70 tahun. Hiu paus dipercaya berasal dari sekitar 60 juta tahun yang lalu. Hiu paus ini tidak jenis hiu yang tidak berbahaya.
Untuk ukuran dewasa Hiu Paus (Rhincodon typus). diperkirakan panjang sekitar 97 meter dengan berat 9 ton. Spesimen terbesar yang dapat diverifikasi, adalah yang tertangkap pada 11 November 1947, di Karachii, Pakistan. Panjangnya sekitar 1.265 meter dan beratnya lebih dari 21,5 ton, sementara lingkar badannya sekitar 21 meter). Bukan jarang kisah-kisah mengenai geger lintang yang berukuran jauh lebih besar – dengan panjang hingga 18 meter dan berat hingga 45,5 ton – namun sejauh ini tidak ada bukti-buktinya secara ilmiah.
KLASIFIKASI HIU PAUS :
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Chondrichtyes
Ordo : Orectolobiformes
Famili : Rhincodontidae
Genus : Rhincodon
Spesies : Rhincodon typus Smith (1828)
Nama Umum :
Inggris : Whale shark
Lokal : Hiu Paus, Hiu Tutul, Hiu Bodoh, Hiu Geger Lintang, Gurano Bintang, Kancah Kancah
Menurut Compagno (2001), hiu paus memiliki bentuk kepala yang lebar dan gepeng dengan mulut, garis insang dan sirip punggung (dorsal) pertama yang besar, serta pola totol-totol putih dan garis di kulitnya yang cenderung berwarna keabu-abuan (Gambar 1). Pola totol-totol putih ini unik untuk setiap individu dan dijadikan dasar untuk melakukan identifikasi, seperti sidik jari (Azourmanian et al., 2005; Speed et al., 2007).
Seperti semua disiplin ilmu, studi biologi kelautan juga mengikuti metode ilmiah luar .Tujuan utama dalam semua ilmu pengetahuan adalah untuk menemukan kebenaran.Meskipun mengikuti metode ilmiah tidak dengan cara apapun proses yang kaku, penelitian biasanya dilakukan secara sistematis dan logis untuk mempersempit margin tak terelakkan dari kesalahan yang ada dalam setiap studi ilmiah, dan untuk menghindari bias sebanyak atas nama peneliti mungkin. Komponen utama dari penelitian ilmiah adalah karakterisasi oleh pengamatan. Hipotesis tersebut kemudian dirumuskan dan kemudian diuji berdasarkan sejumlah pengamatan dalam rangka untuk menentukan sejauh mana hipotesis adalah pernyataan yang benar dan apakah atau tidak dapat diterima atau ditolak. Pengujian ini kemudian sering dilakukan oleh eksperimen jika hipotesis dapat menghasilkan prediksi berdasarkan pengamatan awal.
Langkah-langkah ini semua digunakan dalam studi biologi kelautan, yang meliputi bidang sub banyak termasuk:
Mikrobiologi : Studi mikroorganisme, seperti bakteri, virus, protozoa dan ganggang, dilakukan untuk berbagai alasan. Salah satu contoh adalah untuk memahami apa mikroorganisme berperan dalam ekosistem laut.Misalnya, bakteri sangat penting untuk proses biologi laut, karena mereka terdiri dari 98% dari biomassa laut, yang merupakan berat total semua organisme dalam suatu volume tertentu. Mikrobiologi ini juga penting untuk pemahaman kita tentang rantai makanan yang menghubungkan tanaman untuk hewan herbivora dan karnivora. Tingkat pertama dalam rantai makanan adalah produksi primer, yang terjadi pada tingkat mikroba. Ini adalah aktivitas biologis yang penting untuk memahami sebagai produksi primer drive seluruh rantai makanan. Para ilmuwan juga mempelajari mikrobiologi laut untuk menemukan organisme baru yang dapat digunakan untuk membantu mengembangkan obat-obatan dan menemukan obat untuk penyakit dan masalah kesehatan lainnya.
Perikanan dan Budidaya : untuk melindungi keanekaragaman hayati dan menciptakan sumber makanan laut yang berkelanjutan karena ketergantungan dunia pada ikan untuk protein.Ada banyak bidang studi di bidang ini.
Ekologi perikanan meliputi studi tentang dinamika populasi mereka, reproduksi, perilaku, jaring makanan, dan habitat.
Perikanan manajemen mencakup studi tentang dampak dari penangkapan yang berlebihan, pencemaran habitat, perusakan dan tingkat racun, dan cara-cara untuk meningkatkan populasi untuk keberlanjutan sebagai seafood.
Akuakultur meliputi penelitian pada pengembangan organisme individu dan lingkungannya. Tujuannya adalah paling sering untuk mengembangkan pengetahuan yang dibutuhkan untuk menumbuhkan spesies tertentu di suatu area tertentu di perairan terbuka atau di penangkaran dalam rangka untuk memenuhi permintaan konsumen. Kemajuan teknologi telah memungkinkan seafood “pertanian” untuk menghasilkan permintaan tinggi produk yang perikanan komersial tradisional tidak dapat memenuhi. Ini adalah area yang kontroversial Namun, dan isu yang akan menjadi lebih penting sebagai stok ikan kami terus menurun.
Kelautan biologi lingkungan : meliputi studi kesehatan laut. Hal ini penting bagi para ilmuwan untuk menentukan kualitas lingkungan laut untuk memastikan kualitas air cukup untuk mempertahankan lingkungan yang sehat. Kesehatan lingkungan pesisir merupakan area yang penting dari biologi kelautan lingkungan sehingga para ilmuwan dapat menentukan dampak dari pembangunan pesisir terhadap kualitas air untuk keselamatan orang-orang yang mengunjungi pantai dan untuk menjaga lingkungan laut yang sehat. Polutan, sedimen, dan limpasan semua potensi ancaman terhadap kesehatan laut di wilayah pesisir. Lepas pantai laut kesehatan lingkungan juga dipelajari. Sebagai contoh, ahli biologi lingkungan mungkin diperlukan untuk mempelajari dampak dari tumpahan minyak atau bahaya kimia lainnya di laut. Ahli biologi lingkungan juga mempelajari lingkungan bentik di dasar laut dalam rangka memahami isu-isu seperti susunan kimiawi dari sedimen, dampak erosi, dan dampak dari dasar laut pengerukan pada lingkungan laut.
Laut dalam ekologi : kemajuan teknologi peralatan yang dibutuhkan untuk mengeksplorasi laut dalam telah membuka pintu untuk mempelajari ruang ini sangat tidak dikenal di laut. Karakteristik biologis dan proses dalam lingkungan laut dalam yang menarik bagi para ilmuwan. Penelitian mencakup studi gas laut dalam sebagai sumber energi alternatif, bagaimana hewan yang hidup jauh di lingkungan yang gelap dan dingin, tekanan tinggi, ventilasi hidrotermal laut dalam dan komunitas biologis yang subur mereka dukung.
Iktiologi : adalah studi tentang ikan, baik garam dan spesies air tawar. Ada beberapa spesies + 25.000 ikan termasuk: ikan bertulang, ikan bertulang rawan, hiu, skate, sinar, dan ikan tanpa rahang. Ichthyologists mempelajari semua aspek ikan dari klasifikasi mereka, morfologi mereka, evolusi, perilaku, keanekaragaman, dan ekologi. Ichthyologists Banyak juga terlibat di lapangan budidaya dan perikanan.
Coelacanth
Kelautan mammology : Ini adalah bidang yang menarik bagi ahli biologi kelautan yang paling calon. Ini adalah studi tentang cetacea-keluarga ikan paus dan lumba-lumba, dan pinnipeds (segel, singa laut, dan walrus tersebut). Perilaku mereka, habitat, kesehatan, reproduksi, dan populasi semuanya dipelajari. Ini adalah beberapa makhluk yang paling menarik di laut, karena itu, ini adalah bidang yang sangat kompetitif, dan sulit untuk masuk ke karena persaingan untuk dana penelitian juga cukup berat.
Salah satu bidang penelitian saat ini sedang dilakukan pada paus adalah dampak dari sonar militer pada kesehatan dan kesejahteraan. Komunitas ilmiah percaya bahwa gelombang suara frekuensi tinggi menyebabkan kerusakan internal dan perdarahan pada otak paus, namun militer membantah klaim ini. Sonar militer juga dapat mengganggu penggunaan sendiri hewan sonar untuk komunikasi dan echolocation. Penelitian lebih lanjut diperlukan, namun, dalam beberapa tahun terakhir ilmu pengetahuan telah membuktikan klaim menjadi sah dan militer telah mulai membatasi penggunaan sonar di daerah tertentu.
Kelautan etologi : Perilaku hewan laut dipelajari sehingga kita memahami hewan yang berbagi planet dengan kami. Ini juga merupakan bidang penting untuk membantu dalam memahami bagaimana melindungi spesies yang terancam punah, atau bagaimana untuk membantu spesies yang terancam habitat oleh manusia atau fenomena alam. Studi tentang perilaku hewan laut biasanya jatuh di bawah kategori etologi karena paling sering spesies laut harus diperhatikan dalam lingkungan alam mereka, meskipun ada banyak spesies laut yang diamati dalam lingkungan terkendali juga. Hiu yang paling sering dipelajari dalam habitat alami mereka untuk alasan yang jelas.
Hal Yang Dapat Merusak Terumbu Karang – Terumbu Karang adalah habitat yang perlu di lindungi. Karena Terumbu karang adalah paru paru dunia dan pada saat ini Sebagian besarterumbu karang dunia, sekitar 55%, terdapat di Indonesia, Philipina, dan Kepulauan Pasifik; 30% di Lautan Hindia dan Laut Merah; 14% di Karibia; dan 1% di Atlantik Utara. Tapi saat Initerumbu karang Indonesia mengalami Banyak Kerusakan. Kerusakan kerusakan tersebut adalah tanggung jawab kita semua
Adapun Peneyebab rusaknya terumbu karang adalah sebagi berikut: 1. Sedimentasi Konstruksi di daratan & sepanjang pantai, penambangan atau pertanian pada wilayah genre sungai atapun penebangan hutan tropis mengakibatkan tanah hutan mengalami erosi dan terbawa melalui aliran sungai ke bahari & terumbu karang. Kotoran-kotoran, lumpur ataupun pasir-pasir ini dapat menciptakan air menjadi kotor & nir jernih lagi sebagai akibatnya karang nir bisa bertahan hidup lantaran kurangnya cahaya.
2. Penebangan dan rusaknya hutan mangrove Hutan mangrove & padang lamun yang berfungsi menjadi penyaring pula menjadi rusak dan mengakibatkan sedimen dapat mencapai terumbu karang. Penebangan hutan mangrove buat keperluan kayu bakar dapat merubah area hutan mangrove buat keperluan kayu bakar, dapat merubah area hutan mangrove tersebut menjadi pantai terbuka. Dengan membuka tambak-tambak udang bisa merusak loka penyediaan udang alami.
3. Penangkapan dengan Bahan Peledak Penggunaan bahan peledak buat penangkapan ikan oleh nelayan akan menyebabkan penangkapan ikan secara hiperbola, sehingga menyebabkan tangkapan ikan akan berkurang dimasa berikutnya. Penggunaan kalium Nitrat (homogen pupuk) menjadi bahan peledak akan mengakibatkan ledakan yg besar , sehingga membunuh ikan dan Mengganggu karang di sekitarnya.
4. Aliran Drainase Aliran drainase yang mengandung pupuk dan kotoran yg terbuang ke perairan pantai mendorong pertumbuhan algae yg akan Mengganggu pertumbuhan polip karang, mengurangi asupan cahaya & oksigen. Penangkapan secara berlebihan membuat kasus ini bertambah jelek karena ikan-ikan yang umumnya makan algae jua ikut tertangkap.
5. Penangkapan Ikan menggunakan Sianida Kapal-kapal penangkap ikan tak jarang menggunakan sianida dan racun-racun lain buat menangkap ikan-ikan tropis buat akuarium dan kini dipakai buat menangkap ikan-ikan yang akan di konsumsi pada restoran-restoran yang memakai ikan hidup.
6. Pengumpulan dan Pengerukan Karang Pengambilan karang buat digunakan menjadi bahan bak konstruksi atau dijual buat cindera mata pula Mengganggu terumbu karang. Demikian pula, pengerukan dan pengeboman karang buat konstruksi pada daerah terumbu karang.
7. Pencemaran Air Laut Produk-produk minyak bumi & kimia lain yang dibuang di dekat perairan pantai, pada akhirnya akan mencapai terumbu karang. Bahan-bahan pencemar ini akan meracuni polip karang & biota bahari lainnya.
8.Pengelolaan Tempat Rekreasi Pengelolaan loka rekreasi pada wilayah pesisir yang nir memperhatikan lingkungan, misalnya penyewaan kapal, alat-alat pemancingan & penyelaman sering mengakibatkan rusaknya terumbu karang. Pelemparan jangkar ke karang dapat menghancurkan dan mematahkan terumbu karang. Para wisatawan yg mengambil, mengumpulkan,menendang, & berjalan pada karang ikut menyumbang terjadinya kerusakan terumbu karang.
9. Pemanasan Global Terumbu karang jua terancam oleh pemanasan dunia. Pemutihan terumbu karang semakin tinggi selama 2 dasa warsa terakhir, masa dimana bumi mengalami beberapa kali suhu terpanas pada sejarah. Ketika suhu laut semakin tinggi sangat tinggi, polip karang kehilangan algae simbiotik didalamnya, sebagai akibatnya mengubah rona mereka sebagai putih & akhirnya tewas. Pemanasan global juga mengakibatkan cuaca ekstrim sukar diperkirakan seperti badai tropis yang bisa mengakibatkan kerusakan fisik ekosistem terumbu karang yang sangat besar . Meningkatnya permukaan laut pula menjadi ancaman berfokus bagi terumbu karang & pulau-pulau mini .
10. Pengambilan oleh wisatawan Trumbu karang sangat latif sekali, sebagai akibatnya memikat hati para penyelam. Tetapi, nir sedikit dari penyelam mengmbil biota laut tersbut sebagai hiasan, oleh-sang, bahkan dijadikan sebagai barang dagang. Hala itu dapat mengurangi terumbu karang & menyebabkan punahnya terumbu karang.
11. Sampah Membuang sampah ke laut & pantai yang dapat mencemari air bahari. Bahan kimia yang terkandung pada sampah, misalnya sampah plastik bisa mengganggu ekosistem air laut sehingga biota laut akan terganggu dan akn mengalami kerusakan dalam ekosistem air laut, dengan begitu maka biota .Laut seperti terumbu karanga akan mengalami kesulitan buat berkembang.
12. Penggunaan Pupuk pestisida Penggunaan pupuk dan pestisida protesis pada huma pertanian jua Mengganggu terumbu karang di lautan. Walaupun jeda lahan pertanian dengan bibir pantai sangat jauh, residu kimia dari pupuk dan pestisida protesis dalam akhirnya akan terbuang ke bahari melalui air hujan yang jatuh di lahan pertanian.
13. Jangkar Kapal Pesisir adalah tempat habitat sebagian besar terumbu karang. Akan tetapi, pesisir jua adalah tempat pelabuhan kapal-kapal nelayan. Buangan jangkar yang dilakukan sang awak-awak kapal pada pesisir pantai secara tidak sengaja akan Mengganggu terumbu karang yang berada di bawahnya.
14. Penambangan Penambangan pasir atau bebatuan pada bahari & pembangunan pemukiman di pesisir jua menghambat terumbu karang. Limbah dan polusi dari pemukiman penduduk secara nir eksklusif bisa menghancurkan terumbu karang.15. Penangkapan ikan Ikan-ikan mini merupakan penghuni berdasarkan terumbu karang. Penagkapan ikan menggunakan racun sianida sangatlah mematikan bagi ikan dan terumbu karangpun akan menaglami kerusan sampai kematian.
Ikan Hiu Thresher Shark (Alopias Macrourus), dinamakan “sangat panjang”, karena ekor heterocercal atau sirip ekor ikan ini yang sepanjang total panjang tubuhnya. Hiu thresher adalah predator aktif. Ekornya digunakan sebagai senjata untuk menyetrum mangsanya. Hiu thresher memiliki kepala pendek dan hidung berbentuk kerucut. Mulut umumnya kecil, dan gigi berbagai ukuran dari kecil ke besar.hiu ini memiliki mata relatif kecil yang berada untuk maju kepala.
Klasifikasi Thersher Shark
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Class: Chondrichthyes
Sub Class: Elasmobranchii
Ordo: Lamniformes
Super Ordo: Selachimorpha
Family: Alopiidae
Genus: Alopias
Species: A. Macrourus
Morfologi Hiu Thresher
Thresher shark memiliki sirip ekor (caudal fin) yang sangat panjang, panjang sirip ekor tersebut bisa mencapai dari panjang total keseluruhan Thresher shark
Gigi hiu relatif kecil, dengan bentuk melengkung dan sisi yang mulus
Mempunyai sirip punggung yang tegak menjulang ke atas
Bentuk tubuh seperti topedo yang memungkinkan untuk berenang dengan cepat
Sirip ekor berbentuk seperti hutup “V” terkadang seperti berbentuk “bulan sabit”
Memiliki sirip anal
Pada bagian kepala berbentuk seperti moncong
Memiliki sepasang sirip dada yang panjang dan serupa sabit besar
Umunya berawarna abu-abu, hitam dan ungu pada bagian atas tubuh dan berwarna putih pada bagian bawah tubuh
Landak laut atau disebut juga bulu babi (Echinoidea) merupakan hewan laut
yang berbentuk bundar dan memiliki duri pada kulitnya yang dapat digerakkan.
Binatang ini terbagi menjadi sekitar 950 spesies dan dapat ditemukan mulai dari
daerah pasang surut sampai di kedalaman 5000m.
Bulu
babi, yang dikenal dengan penamaan bahasa Inggris ‘Sea Urchin’, merupakan jenis
makrobenthos dari kelas echinoidea yang mempunyai ukuran diameter mencapai 163
mm dan berat 200 gr.
Anatomi Bulu Babi
Tubuhnya umumnya
berbentuk seperti bola dengan cangkang yang keras berkapur dan dipenuhi dengan
duri-duri (Nontji 2005). Durinya amat panjang, lancip seperti jarum dan sangat
rapuh. Duri-durinya terletak berderet dalam garis-garis membujur dan dapat
digerak-gerakkan, panjangnya dapat mencapai ukuran 10 cm dan lebih.
Berdasarkan
bentuk tubuhnya, kelas Echinodoidea dibagi dalam dua subkelas utama, yaitu bulu
babi beraturan (regular sea urchin) dan bulu babi tidak beraturan (irregular
sea urchin) (Hyman 1955 dalam Ratna 2002), dan hanya bulu babi beraturan saja
yang memiliki nilai konsumsi (Lembaga Oseanologi Nasional 1973 dalam Ratna
2002). Tubuh bulu babi sendiri terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian oral,
aboral, dan bagian diantara oral dan aboral (Lembaga Oseanologi Nasional 1973
dalam Ratna 2002). Pada bagian tengah sisi aboral terdapat sistem apikal dan
pada bagian tengah sisi oral terdapat sistem peristomial. Lempeng-lempeng
ambulakral dan interambulakral berada diantara sistem apikal dan sistem
peristomial. Di tengah-tengah sistem apikal dan sistem peristomial termasuk
lubang anus yang dikelilingi oleh sejumlah keping anal (periproct) termasuk
diantaranya adalah keping-keping genital.
Salah
satu diantara keping genital yang berukuran paling besar merupakan tempat
bermuaranya sistem pembuluh air (waste vascular system). Sistem ini menjadi
cirri khas Filum Echinodermata, berfungsi dalam pergerakan, makan, respirasi,
dan ekskresi. Sedangkan pada sistem peristomial terdapat pada selaput kulit
tempat menempelnya organ “lentera aristotle”, yakni semacam rahang yang berfungsi
sebagai alat pemotong dan penghancur makanan. Organ ini juga mampu memotong
cangkang teritip, molusca ataupun jenis bulu babi lainnya (Azis 1987 dalamRatna
2002). Di sekitar mulut bulu babi beraturan kecuali ordo Cidaroidea terdapat
lima pasang insang yang kecil dan berdinding tipis (Hyman 1955 dan Barnes 1987
dalam Ratna 2002)
Fakta-fakta Bulu Babi
Fakta-fakta terkait
dengan bulu babi atau landak laut antara lain :
Terdapat lebih dari
900 jenis landak laut yang ada di muka bumi ini.
Ukuran dari bulu babi
ini sekitar 4 sampai dengan 5 inchi
Kulit bulu babi
dibentuk dari bulu-bulu yang keras dan tumbuh pada bagian cangkang yang keras.
Mulut bulu babi
atau landak laut terdapat pada bagian tengah yaitu diantara bagian
tubuhnya atau tepatnya terdapat pada bagian bawahnya.
Jumlah gigi dari bulu
babi ini sebanyak 5 buah.
Bagian cangkang dari
bulu babi ini terdapat duri-duri yang berperan sebagai penggerak dari hewan tersebut.
Selain jadi penggerak,
duri-duri tersebut juga berguna sebagai penjepit makanan dan dapat menjadi
perlindungan diri pada saat bulu babi merasa terancam dari serangan predator.
Untuk beberapa jenis
dari bulu babi duri-durinya mengandung racun.
Ternyata bulu babi
juga dapat tinggal ditempat yang dangkal maupun dalam sampai dengan didasar
laut dan diatas karang.
Bulu babi juga dapat
hidup di muara yang mempunyai material berlumpur dimana mereka akan membenamkan
dirinya untuk dapat hidup ditempat ini.
Namun kebanyakan
mereka lebih memilih untuk hidup pada terumbu karang serta daerah yang sering
mengalami gelombang pasang.
Bulu babi mempunyai
gigi yang terbuat dari kalsium karbonat walaupun tidak dapat terlihat secara
kasat mata.
Fungsi gigi dari hewan
bulu babi ini adalah untuk mengunyah makanan termasuk juga batu.
Bulu babi adalah
binatang omnivora dan makanan yang sangat disukai oleh bulu babi atau landak
laut ini adalah ganggang, rumput laut, ikan yang sudah mati, kerang.
Predator dari bulu
babi ini adalah siput, burung, dan kepiting.
Sebenarnya bulu babi
lebih aktif dimalam hari dan lebih pasif pada siang hari,
Mereka mencari makan
dengan cara berjalan menggunaakn bagian kecil seperti kaki yang terletak pada
bagian bawah perutnya.
Bulu babi atau landak
laut ini sangat mudah dijumpai pada seluruh perairan didunia namun akan sulit
menemukannya pada bagian kutub.
Tidak semua bulu babi
mempunyai duri yang tajam serta panjang untuk dijadikan sebagai pertahanan diri
mereka. Ada juga beberapa bulu babi yang mempunyai duri yang tumpul dan pendek
tetapi sangat memberikan dampak yang serius bagi yang terkenanya.
Bulu babi melakukan
reproduksi dengan cara yang unik yaitu pada bulu babi jantan mereka akan
melepaskan spermanya kedalam air. Sedangkan untuk bulu babi betina akan
melepaskan telurnya pada sekitar sprema dan pada saat keduanya bersentuhan satu
sama lain yang kemudian membentuk janin baru.
Bulu babi hidup di
perairan dangkal dan memiliki terumbu karang. Bulu babi berjalan dengan kaki
tabung dan rambutnya yang kaku dan kuat. Hewan ini aktif pada malam hari untuk
mencari makan di sekitar karang. Bulu babi termasuk hewan omnivora. Selain
makan alga yang menempel pada karang, bulu babi juga menyukai hewan-hewan kecil
dan sisa-sisa hewan laut yang mati. Konon, banyaknya hewan bulu babi merupakan
tanda rusaknya terumbu karang. Namun, bulu babi juga menjadi tanda bahwa tempat
tersebut tidak tercemari logam berat.
·
Sistem Pencernaan
Bulu Babi
Sistem pencernaan bulu
babi berupa saluran panjang dan melingkar dalam cangkang. Saluran pencernaan
dimulai dari mulut, terletak di daerah oral, kemudian kerongkongan yang
memiliki saluran sifon dan bersilia.
Saluran sifon
menghubungkan kerongkongan dengan usus. Saluran pencernaan yang
dikelilingi oleh lima rangka samping yang ada dalam cangkang (terkenal sebagai
“lentera aristoteles”) adalah lambung yang di perluas oleh kantong-kantong dan
berakhir di rektum. Anus terletak di daerah permukaan aboral, yaitu di pusat
tubuh diantara lempeng kapur yang mengandung dua, empat, sampai lima lubang
genital. Beberapa echinoidea memiliki mulut dan anus di bagian pinggir
tubuhnya, tetapi ada pula yang mulutnya terletak di tengah.
·
Sistem
Pernafasan Bulu Babi
Pernafasan Bulu Babi
menggunakan paru- paru kulit atau dermal branchiae(papulae) yaitu penonjolan
dinding rongga tubuh (selom) yang tipis. Tonjolan ini dilindungi silia dan
pediselaria. Pada bagian inilah terjadi pertukaran oksigen dan karbondioksida.
Ada pula beberapa jenis Echinodermata yang bernafas menggunakan kaki tabung.
Sisa –sisa metabolism yang terjadi di dalam sel-sel tubuh akan diangkut oleh
amobacyte (sel-sel ameboid) ke dermal branchie untuk selanjutnya dilepas keluar
tubuh.
·
Manfaat
Bulu Babi
Echinoidea berperan dalam rantai makanan dan menjaga
keseimbangan ekosistem laut. Sampah-sampah organisme tak akan hilang
begitu saja. Echinoidea berperan penting terhadap perputaran bahan organik di dasar
laut. Oleh karena itu Bulu Babi, Ular Laut, Bintang Laut, dan hewan
Echinodermata sering disebut dengan hewan pembersih laut dan pantai.
Telur bulu babi
mengandung protein sehat yang tinggi bahkan mencapai angka 70%. Selain
itu, telur bulu babi juga mengandung senyawa lain seperti zat besi, mineral
juga asam amino. Sementara itu, di Negara lain, bulu babi telah menjadi salah
satu komoditas laut yang cukup menjanjikan. Di Negara seperti Mediterania, New
Zeland, dan Amerika Utara, bulu babi lazim dikonsumsi mentah bersama perasan
jeruk lemon. Sementara itu di Jepang, bulu babi populer sebagai pelengkap
kuliner sushi juga sashimi. Dengan komposisi senyawa yang dikandungnya, bulu
babi cukup bergizi untuk di konsumsi.
Bulu babi juga
terbukti mampu menyembuhkan beberapa jenis penyakit misalnya mereduksi
kolesterol jahat dalam darah, menurunkan tekanan darah, memperbaiki sistem metobolisme,
menambah vitalitas, dan masih banyak lagi lainnya.
Hampir semua bagian
tubuh bulu babi memiliki manfaat. Sebut saja cangkangnya, bagian ini bisa
diolah menjadi tepung yang digunakan sebagai pakan ternak. Tak hanya itu,
bagian cangkang juga bisa dijadikan produk kerajinan berkualitas tinggi.
Sementara itu bagian lain seperti usus juga sangat baik diolah menjadi pupuk
organik.
Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) аdаlаh sejenis ikan laut
dаrі suku Scombridae. Sifat hidup Ikan Tongkol Tеrutаmа menjelajah dі perairan
dangkal dekat pesisir dі kawasan Indo-Pasifik Barat. Dalam perdagangan
internasional dikenal ѕеbаgаі kawakawa, little tuna, mackerel tuna, atau false
albacore.
Ikan Tongkol merupakan ikan tangkapan nelayan уаng penting
dі berbagai negara dі wilayah sebarannya. Tongkol como terbanyak ditangkap dі
Filipina, Malaysia, dan Pakistan; ѕеmеntаrа dі India ikan іnі menduduki posisi
уаng cukup penting. Walaupun sebenarnya bila di telisik lebih jauh Malaysia dan
Filipina komoditas tongkol nya berasal dari lautan Indonesia.
Ikan ini memiliki panjang cagak maksimal (fork length) 100
cm dengan berat 13.6 kg. Ukuran panjang cagak rata-rata saat dewasa adalah 60
cm. Bentuk badannya melengkung di tengah dan meruncing pada sisi depan dan
belakang. Pada bagian punggung terdapat 2 sirip yang memudahkan ikan ini dalam
berenang di laut. Oleh sebab itu, ikan ini juga dikenal sebagai perenang
tercepat di kelasnya. Terdapat juga sirip-sirip kecil (finlet) di bagian sirip
punggung dan sirip dubur.
Bagian tubuh atas berwarna biru tua dan bagian tubuh bawah
berwarna putih silver. Pada punggung terdapat 10-12 jari-jari sirip dan 10-13
jari-jari sirip halus. Pada bagian dubur terdapat 10-14 jari-jari sirip halus.
Ikan Tongkol, atau
biasa disebut Eastern Little Tuna masuk kedalam suku Scombridae.
Karakteristik
Ikan
tongkol mempunyai karakteristik badan bulat seperti cerutu dan padat. Terdapat
8 sirip tambahan (finlet) di belakang sirip punggung kedua dan sirip dubur dan
pada ekor terdapat satu keel diantara 2 keel pada setiap sisi tubuh. Punggung
berwarna gelap dengan garis tidak teratur berwarna biru kehitaman. Sedangkan
perut berwarna cerah. Jenis yang paling umum tertangkap di Indonesia
adalah Euthynnus affinis.
Nama
lokal: Tongkol Komo, mangkok, Ambu-Ambu, Tongkok Kurik, Sembak.
Habitat
Ikan
tongkol termasuk ikan yang hidup pada perairan Laut epas namun dekat dengan
garis pantai. Ikan-ikan muda sering masuk ke dalam teluk atau pelabuhan.
Gerombolannya terbentuk bersama spesies lain, terdiri dari 100 sampai 5.000
ekor. Termasuk predator oportunistik dengan jenis makanan dari ikan kecil
(Clupeidae dan Engraulidae), Cumi-cumi, Crustacea sampai Zooplankton.
Alat Tangkap
Ikan
Tongkol biasa ditangkap dengan Huhate (Pole&Line). Untuk mempertahankan
ikan tetap dalam gerombolan disekitar perahu, nelayan melemparkan ikan Teri
hidup ke dalam air. Belakangan ini ikan Tongkol juga ditangkap dengan Pancing
Tonda yang diisi dengan umpan Bulu. Seperti Ikan Cakalang, armada Tonda yang
terkenal adalah Kedo-Kedo dan Bubu Cakalang. Ikan Tongkol bisa dijual dalam
bentuk pindang dan ikan kaleng. Jenis ini termasuk komoditas ekonomis penting
bagi nelayan skala kecil dan menengah. Ikan Tongkol bisa mencapai ukuran 100
cm, dan lebih sering tertangkap pada ukuran 40 – 60 cm.
Spesies di Indonesia
1. Auxis rochei rochei (Risso, 1810) Bullet Tuna
Komersial
tinggi, ukuran umum < 50cm;
Alat
Tangkap : Seines, Gill Net, Perangkap, Trawls dan Liftnets;
Habitat:
di Perairan Pantai dan mengelilingi pulau;
Makanan:
ikan-ikan kecil, Anchovies, Crustaceans (Kepiting dan Stomatopod Larvae) dan
Cumi-cumi;
Lokasi
: ditemukan di Selatan Barat Sumatera, Jawa, Bali dan Laut Timur Indonesia.
Saya yakin yang mengakses
artikel ini pasti sudah mengetahui tentang arus lautan. Seperti yang dikita
ketahui, arus merupakan pergerakan massa air dari satu tempat ke tempat yang
lain. Massa air yang bergerak memiliki peranan yang sangat penting bagi
kelangsungan hidup organisme laut di antaranya ikan.
Arus lautan dunia
Dengan mempelajari arus lautan, kita bisa turut mengetahui tingkah laku ikan pada suatu perairan.
Berikut ini beberapa manfaat arus untuk ikan.
Arus berperan untuk mengangkut telur dan juvenil ikan dari daerah
spawning ground ke nursery ground dan dari nursery ground ke feeding ground.
Migrasi ikan dewasa bisa terpengaruh oleh arus yang bertindak
sebagai alat orientasi dan sebagai pembantu rute migrasi.
Tingkah laku harian bisa terpengaruh oleh arus (terutama oleh arus
pasang)
Arus terutama pada perbatasanya, bisa mempengaruhi penyebaran ikan
dewasa baik secara langsung lewat pengaruhnya terhadap mereka atau secara tidak
langsung lewat pengelompokan makanan ikan atau membawanya ke perbatasan
lingkungan (misalnya perbatasan suhu)
Arus bisa mempengaruhi kandungan lingkungan alam dan akan
menentukan secara tidak langsung batas-batas penyebaran geografis.
Menyediakan keseimbangan nutrien. Setiap makhluk hidup, memerlukan
nutriien untuk bertahan hidup, demikian juga ikan, nutrien diperlukan dalam
rantai makanan ikan. Nutrisi dalam laut berasal dari daratan dan
dari hasil penguraian yang terjadi di dalam laut itu sendiri. Kabanyakan
nutrien menumpuk di dasar perairan. Dengan adanya arus, nutrien dapat terangkat
ke kolom perairan dan tersebar dari satu perairan ke perairan lainnya.
Pengaruh oksigen bagi ikan dapat dijelaskan sebagai berikut :
Proses respirasi yang terjadi dalam tubuh ikan umumnya terjadi ketika ikan menyerap oksigen terlarut dan menghasilkan Karbondioksida ke dalam air. Tempat pergantian gas pada ikan biasanya terjadi di insang, namun pada beberapa ikan, pergantian ini dapat juga terjadi melalui kulit.
Secara umum, laju konsumsi oksigen pada ikan menunjukan intensitas metabolismenya. Laju ini dipengaruhi oleh ukuran ikan dan sifat air seperti suhu dan kadar karbon dioksida. Menurut Brown (1987) peningkatan suhu 1° C akan meningkatkan konsumsi oksigen sekitar 10%. Hal ini dikarenakan, kenaikan suhu akan meningkatkan laju metabolisme, sehingga kebutuhan oksigen pun ikut meningkat. Jika dalam kondisi tersebut, darah tidak mengandung cukup oksigen, hewan akan mengalami hipoksia atau bahkan asfiksia (Isnaeni, 2006).
Menurunnya kadar oksigen pada perairan, akan mengakibatkan berkurangnya laju metabolisme. Dengan demikian dapat membatasi aktivitas ikan seperti perkembangan, pertumbuhan hingga pergerakan ikan.
Kadar Oksigen dalam laut bervariasi tergantung suhu dan kedalaman. Variasi oksigen di permukaan cukup kecil. Di kedalaman termoklin hingga lapisan dalam, biasanya kandungan oksigen tergolong lebih rendah.
Untuk lebih jelasnya, perhaikan diagram di atas ya… Meskipun oksigen sangat dibutuhkan bagi kelangsungan ikan. Tapi ada juga loh, ikan yang mampu hidup dengan kadar oksigen rendah, bahkan dalam keadaan tanpa oksigen. Ikan yang mampu hidup dengan kandungan oksigen terbatas umumnya ditemukan pada dasar perairan yang dalam. Beberapa Spesies yang mampu hidup pada kondisi minim oksigen diantarany adalah Cherublemma emmelas dan Cephalurus cephalus. Ikan ini ditemukan pada kedalaman antara 600-900 meter pada ekspedisi di Teluk California yang dipimpin oleh Monterey Bay Aquarium Research Institute (MBARI). Hingga saat ini para peneliti belum bisa menjelaskan dengan pasti, bagaimana kedua jenis ikan tersebut dapat hidup dalam kondisi ekstrim. Hipotesis yang mungkin adalah ukuran insang ikan yang diperbesar yang memungkinkan kedua jenis ikan ini menyerap oksigen sebanyak-banyaknya.hmmmm… kira-kira, ada yang tertarik untuk meneliti jenis ikan seperti ini? mengingat di perairan Indonesia kan juga ada palung yang dalam. Pasti banyak ikan-ikan yang mampu hidup di kondisi ekstrim.
Struktur sedimen merupakan pola yang terbentuk dari materi-materi yang terdeposit. Pola ini akan memberikan pandangan yang spesifik di lingkungan dimana proses deposit materi tersebut terjadi sepanjang waktu. Di wilayah laut dangkal seperti perairan Indonesia, struktur sedimen biasanya berasosiasi dengan aliran atau arus.
Struktur sedimen umumnya dibedakan menjadi beberapa golongan yaitu :
Struktur anorganik Struktur anorganik terutama pelapisan, contoh : graded beding (struktur materi ukuran kasar dibawah daripada ukuran lebih halus), cross beding (susunan materi yang tersusun miring dengan sudut selebar 35), ripples (Struktur sedimen dengan membetuk tumpukan pasir/lanau yang bergelombang atau ber-riak), dan biotubation (struktur sedimen yang tersusun atas sisa-sisa biologis yang terakumulasi). Pelapisan berkaitan erat dengan proses bagaimana lapisan-lapisan sedimen (sediment layers) saling menumpuk satu sama lain sepanjang waktu. Struktur sedimen dengan pelapisan-pelapisan ripples, oscillating ripples, cross bedding, graded beds, mudcrack, dan flute sangat mungkin terjadi dan banyak ditemui di wilayah perairan dangkal Indonesia yang memiliki kondisi angin, lautan, dan iklim yang khas.
Struktur biogenik Struktur biogenik yang terbentuk dari sisa-sisa organisme laut. Ada tiga megafosil pembentuk sedimen dengan struktur ini yaitu: Coral dan calcareous algae yang membentuk coral reef limestone, Moluska yang membentuk coquina limestone, dan Bryozoa yang membentuk bryozoan limestone. Wilayah perairan Indonesia yang kaya akan jenis biota-biota laut ini akan membuat struktur sedimen biogenik.
Struktur deformasi Struktur deformasi terdiri dari convolute bedding, ball and pillow dan diapirik. Struktur deformasi yang umum dikenal adalah soft sediment structure (SSD) yang terbentuk pada saat deposisi atau beberapa waktu setelahnya. Terjadi pada tahapan pertama dari konsolidasi sedimen yang terjadi karena sedimen harus bersifat seperti cair (liquid-like) agar proses deformasi terjadi.
Struktur sedimen autigenis Struktur sedimen autigenis yang terbentuk di dalam sedimen dan pada dasar lautan, yaitu melalui proses presipitasi mineral dari air laut karena reaksi fisik-kimiawi-biologi. Sedimen ini dapat berasal dari aktivitas hidrotermal atau biogenis. Terdapat lima jenis sedimen dengan struktur ini yaitu: sedimen kaya logam dan besi oksida, Manganese nodule, Phosphorite, Zeolite, dan Barite. Struktur-struktur sedimen yang telah dijelaskan di atas sangat umum terjadi di wilayah perairan Indonesia. Jenis sedimen dapat berupa pasir, lumpur, sedimen silica, gambut, dan materi-materi organik.