IKAN CAKALANG

Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) adalah ikan pelagis yang merupakan perenang cepat (good swimmer) dan mempunyai sifat rakus (varancious). Ikan ini melakukan migrasi jarak jauh dan hidup bergerombol dalam ukuran besar. Bentuk tubuhnya digolongkan dalam bentuk torpedo, yaitu badan fusiform, bagian kepala sangat tebal, ramping dan kuat kearah ekor dan sedikit pipih pada bagian samping. Penangkapan ikan cakalang dapat dilakukan dengan pole and line, hand and line dantonda (Ayodya,1981).

Ikan cakalang mencari makan berdasarkan pada penglihatannya. Pernah ada cakalang terbesar yang ditemukan yang mempunyai panjang badan mencapai 1 meter dan berat badan lebih dari 18 Kg. Cakalang yang banyak tertangkap biasanya berukuran panjang sekitar 50 cm. Makanan cakalang berupa krustasea, cephalopoda, dan moluska. Ikan cakalang merupakan mangsa yang begitu penting untuk ikan-ikan besar dizona pelagik. Ikan cakalang juga dikenal sebagai SkripJack tuna.

Klasifikasi Ikan Cakalang

Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Kelas : Pisces
Ordo : Perciformes
Sub Ordo : Scombroidea
Famili : Scombroidae
Sub Famili : Thunninae
Genus : Katsuwonus
Species : Katsuwonus pelamis

Morfologi Ikan Cakalang

  • Bentuk tubuh seperti terpedo
  • Mempunyai gill rakers (tapis insang) sekitar 53-63 buah
  • Mempunyai dua sirip punggung yang terpisah
    • Sirip pertama terdapat 14-16 jari-jari
    • Pada sirip kedua terdapat 7-9 finlet
  • Sirip dada pendek
  • Terdapat dua flops diantara sirip perut
  • Memepunyai sirip anal yang diikuti dengan 7-8 finlet
  • Badan tidak bersisik kecuali pada bagian barut badan (corselets)
  • Bagian punggung terdapat warna biru kehitaman dan perut berwarna keperakan dan terdapat garis-garis yang berwarna hitam pada bagian samping badan 4-6 buah garis

Habitat Ikan Cakalang

Suhu yang ideal untuk ikan cakalang adalah 26°C – 32°C dan salinitas 33%. Ikan cakalang menyebar luas diseluruh perairan sub tropis dan tropis, Anatara lain lautan hindia, atlantik dan pasifik kecuali lautan mediterania. Ikan cakalang sangat menyukai daerah dimana terjadinya pertemua antara arus /air (convergence) yang pada umumnya terdapat pulau-pulau.

Ikan cakalang juga terdapat di perairan yang dimana terjadinya pertemuan antara masa air panas dan dingin, penaikan tekanan air dan parameter hidrografi yang terdapat pencampuran yang tidak tetap. Pada siang hari biasanya ikan cakalang berada dikedalaman 260 meter dan pada malam hari ikan cakalang biasanya akan muncul kepermukaan.

PENYU

Penyu adalah kura-kura laut yang ditemukan di semua samudra di dunia. Menurut data para ilmuwan, penyu sudah ada sejak akhir zaman Jura (145 – 208 juta tahun yang lalu) atau seusia dengan dinosaurus. Pada masa itu Archelon, yang berukuran panjang badan enam meter, dan Cimochelys telah berenang di laut purba seperti penyu masa kini.

Penyu memiliki sepasang tungkai depan yang berupa kaki pendayung yang memberinya ketangkasan berenang di dalam air. Walaupun seumur hidupnya berkelana di dalam air, sesekali hewan kelompok vertebrata, kelas reptilia itu tetap harus sesekali naik ke permukaan air untuk mengambil napas. Itu karena penyu bernapas dengan paru-paru. Penyu pada umumnya bermigrasi dengan jarak yang cukup jauh dengan waktu yang tidak terlalu lama. Jarak 3.000 kilometer dapat ditempuh 58 – 73 hari.

Hidup di Laut

Penyu Perbedaan penyu dan kura-kura hanya terletak pada kakinya. Kakai penyu dan kura-kura berbeda karena mereka berbeda habitatnya. Kura-kura hidup di darat, sedangkan penyu hidup di laut. Penyu ada tujuh jenis, yakni penyu tempayan, penyu hijau, penyu belimbing, penyu sisik, penyu lekang, penyu pipih, dan penyu camp’s ridley. Semua penyu bisa ditemukan di perairan Indonesia, kecuali penyu camp’s ridley.

Betina Naik ke Darat

Penyu  yang naik ke darat hanya penyu betina, sedangkan penyu jantan tidak pernah naik ke darat. Di darat, penyu betina akan bertelur dan menyimpannya di dalam pasir. Setelah itu, penyu betina akan kembali ke laut dan membiarkan telurnya hingga menetas.

Jenis-jenis Penyu

Di dunia saat ini hanya ada tujuh jenis penyu yang masih bertahan, yaitu:

  • Penyu  hijau (Chelonia mydas)
  • Penyu  sisik (Eretmochelys imbricata)
  • Penyu Kemp’s ridley (Lepidochelys kempi)
  • Penyu lekang (Lepidochelys olivacea)
  • Penyu belimbing (Dermochelys coriacea)
  • Penyu pipih (Natator depressus)
  • Penyu tempayan (Caretta caretta)

Dari ketujuh jenis ini, hanya penyu Kemp’s ridley yang tidak pernah tercatat ditemukan di perairan Indonesia.

Dari jenis-jenis tersebut, penyu belimbing adalah yang terbesar dengan ukuran panjang badan mencapai 2,75 meter dan bobot 600 – 900 kilogram. Penyu lekang adalah yang terkecil, dengan bobot sekitar 50 kilogram. Namun demikin, jenis yang paling sering ditemukan adalah penyu hijau.

Penyu, terutama penyu hijau, adalah hewan pemakan tumbuhan yang sesekali memangsa beberapa hewan kecil.

Terancam

Dari semua telur itu, hanya beberapa saja yang akan menetas. Kenapa? Karena selama berada di dalam pasir, telur-telur itu sudah terancam oleh manusia, biawak, dan reptil lainnya. Bahkan, dari semua penyu yang menetas, hanya 1-3 penyu yang berhasil hidup sampai dewasa.

Ini 8 Program Studi Ilmu Kelautan Terbaik di Indonesia

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari belasan ribu pulau. Bahkan 2/3 wilayah Indonesia termasuk kategori perairan. Karakteristik geografis ini pula yang menjadikan Indonesia itu kaya akan potensi bahari. Sayangnya, sumber daya manusia untuk mengolahnya tampaknya belum cukup optimal.

Oleh sebab itu, mendalami keilmuan di bidang ini merupakan pilihan yang tak kalah menarik, nih. Ilmu Kelautan atau Oseanologi tersebut berasal dari kata ‘oceanos’ yang berarti laut dan ‘logos’ yang berarti ilmu. Singkatnya, Oseanologi mempelajari berbagai aspek tentang ‘laut’ lengkap dengan kajian fisika, kimia, biologi dan geologinya termasuk biota dan sumber dayanya, bahkan hukum-hukum yang berlaku terkait laut.

Nah, bagi kamu yang tertarik dengan bidang tersebut, ini deretan perguruan tinggi negeri dengan program studi Ilmu Kelautan yang telah mengantongi akreditasi A dari BAN-PT.

1. Institut Pertanian Bogor, Jawa Barat

Institut Pertanian Bogor yang bernaung di bawah Kopertis IV ini meraih akreditasi A untuk program studi Ilmu dan Teknologi Kelautan dengan nomor SK yaitu 237/SK/BAN-PT/Ak-XVI/S/XI/2013 dan berlaku sejak 2013 hingga 22 November 2018.

Program studi Ilmu dan Teknologi Kelautan yang merupakan bagian dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan di universitas ini telah terakreditasi secara internasional, lho. Program studi ini menawarkan keunggulan berupa ilmu dan teknologi kelautan dalam melakukan kajian sifat-sifat dan proses fisika, kimiawi di laut, interaksi fisika dan kimiawi dengan organisme di laut.

Dan juga model numerik untuk mensimulasi dinamika pergerakan air laut dan prediksi sebaran limbah maupun material lainnya, model prediksi eksplorasi sumberdaya dan lingkungan laut, model peningkatan kualitas habitat, IPTEK akustik dan instrumentasi, SIG (sistim Informasi Geografi) kelautan, desain instrumen untuk eksplorasi sumberdaya dan lingkungan laut, dan menyediakan jasa konsultasi.

2. Universitas Padjadjaran, Jawa Barat

Universitas Padjajaran yang bernaung di bawah Kopertis IV ini meraih akreditasi A untuk program studi Ilmu Kelautan dengan nomor SK yaitu 2368/SK/BAN-PT/Akred/S/X/2016 dan berlaku sejak 2016 hingga 20 Oktober 2021.

Program studi ini bernaung di bawah Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan dengan penekanan pada bidang kajian Bioteknologi Kelautan yaitu penerapan teknologi pada organisme laut untuk menghasilkan produk yang bermanfaat.

Lulusan dari Ilmu Kelautan di Universitas Padjajaran diharapkan memiliki kemampuan dalam melakukan kegiatan menyusun rencana, desain, model pemanfaatan potensi sumber daya hayati laut dengan menerapkan pemahaman dan prinsip-prinsip konservasi sumber daya dan lingkungan laut.

3. Universitas Jenderal Soedirman, Jawa Tengah

Universitas Jenderal Soedirman yang bernaung di bawah Kopertis VI ini meraih akreditasi A untuk program studi Ilmu Kelautan dengan nomor SK yaitu 5125/SK/BAN-PT/Akred/S/XII/2017 dan berlaku sejak 2017 hingga 17 Desember 2022.

Bernaung di bawah Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, program studi ini memiliki visi menjadi program studi yang bereputasi internasional untuk mengembangkan dan menerapkan ilmu dan teknologi kelautan dalam eksplorasi, eksploitas dan konservasi sumberdaya laut berkelanjutan yang berbasis kearifan.

Sedangkan misinya adalah menyelenggarakan proses pembelajaran yang dinamis sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknlogi kelautan, melaksanakan penelitian dan kajian di bidang ilmu dan teknologi kelautan dalam bidang eksplorasi, eksploitasi dan konservasi sumberdaya laut berkelanjutan yang berbasis kearifan lokal, dan melakukan diseminasi dan menerapkan hasil riset melalui publikasi, pengabdian masyarakat dan pengkayaan bahan ajar

4. Universitas Diponegoro, Jawa Tengah

Universitas Diponegoro yang bernaung di bawah Kopertis VI ini meraih akreditasi A untuk program studi Ilmu Kelautan dengan nomor SK yaitu 0409/SK/BAN-PT/Akred/S/V/2016 dan berlaku sejak 2016 hingga 20 Mei 2021.

Ilmu Kelautan merupakan salah satu program studi di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Program studi ini memiliki visi  untuk menjadi unggul dalam bidang konservasi dan bioteknologi kelautan di Indonesia. Lulusan dari Ilmu Kelautan ini diharapkan mengemban kompetensi COMPLETE (Communicator, Professional, Leader, Entrepreneur, Thinker, Educator) yang mampu melakukan unjuk kerja dengan menggunakan konsep, teori dan metode bidang Ilmu Kelautan khususnya konservasi biodiversitas kelautan dan bioteknologi kelautan.

5. Universitas Trunojoyo Madura di Provinsi Jawa Timur

Universitas Trunojoyo Madura yang bernaung di bawah Kopertis VII ini meraih akreditasi A untuk program studi Ilmu Kelautan dengan nomor SK yaitu 1925/SK/BAN-PT/Akred/S/VI/2017 dan berlaku sejak 2017 hingga 13 Juni 2022.

Nah, program studi Ilmu Kelautan di universitas ini terletak dalam Fakultas Pertanian, lho. Program studi tersebut memiliki visi untuk berstandar nasional dalam mengembangkan sumberdaya Madura berbasis potensi sumber daya pesisir dan laut, utamanya bidang garam, biologi laut, dan oseanografi.

Sedangkan salah satu misinya adalah mengembangan potensi sumberdaya pesisir dan laut, utamanya bidang garam, biologi laut, dan oseanografi serta melaksanakan kegiatan penelitian di bidang tersebut untuk menghasilkanpublikasi ilmiahdi tingkat nasional dan international.

6. Universitas Hasanuddin, Sulawesi Selatan

Universitas Hasanuddin yang bernaung di bawah Kopertis IX ini meraih akreditasi A untuk program studi Ilmu Kelautan dengan nomor SK yaitu 447/SK/BAN-PT/Akred/S/XI/2014 dan berlaku sejak 2014 hingga 14 November 2019.

Program studi yang merupakan bagian dari Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan ini berkonsentrasi pada bidang Eksplorasi Sumber Daya Hayati Laut dan Konservasi Sumber Daya Hayati Laut. Visi program studi tersebut adalah menjadi pusat rujukan dalam pengembangan pengelolaan sumber daya pesisir dan laut. 

Sedangkan salah satu misinya yaitu mengembangkan kemitraan/kerjasama dengan instuisi kelautan dan perikanan serta menghasilkan penelitian unggulan yang berorientasi pada kebutuhan pengembangan dan pembangunan kelautan dan perikanan (orientasi kebutuhan nasional dan bereputasi internasional), serta memberikan pendampingan dan advokasi kepada masyarakat dan dunia usaha di bidang kelautan dan perikanan.

7. Universitas Riau, Riau

Universitas Riau yang bernaung di bawah Kopertis X ini meraih akreditasi A untuk program studi Ilmu Kelautan dengan nomor SK yaitu 237/SK/BAN-PT/Ak-XVI/S/XI/2013 dan berlaku sejak 2013 hingga 22 November 2018.

Program studi ini terdapat di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan dengan visinya yaitu menjadi pusat keunggulan dan pengembangan Ilmu Kelautan dengan konsentrasi pada penanganan kualitas perairan laut di Indonesia. Sedangkan salah satu tujuan dari didirikannya program studi tersebut adalah melaksanakan penelitian dan inovasi teknologi di bidang ilmu kelautan guna pemanfaatan sumberdaya laut Indonesia secara optimal berdasarkan aspek kelestarian dan berkelanjutan.

8. Universitas Pattimura di Provinsi Maluku

Universitas Pattimura yang bernaung di bawah Kopertis XII ini meraih akreditasi A untuk program studi Ilmu Kelautan dengan nomor SK yaitu 0286/SK/BAN-PT/Akred/S/I/2017 dan berlaku sejak 2017 hingga 10 Januari 2022.

Cikal bakal didirikannya program studi Ilmu Kelautan di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan ini adalah dalam rangka menyelenggarakan pendidikan tinggi yang kelak menghasilkan lulusan sarjana yang menguasai ilmu dan teknologi kelautan untuk memahami karakter, fenomena dan proses fisika, kimia, biologi dan geologi laut untuk eksplorasi sumber daya dan lingkungan laut.

Sumber : https://www.idntimes.com/life/education/rahmadila-eka-putri/8-program-studi-ilmu-kelautan-terbaik-di-indonesia-c1c2/full?utm_source=lineND&utm_medium=lineND&utm_campaign=lineND