Akustik perikanan memiliki dua pembagian utama yaitu akustik aktif dan pasif. Berbagai penelitian akustik dengan metode aktif telah dilakukan untuk mengkaji hubungan antara akustik dengan densitas ikan, namun kombinasi metode aktif dengan pasif belum pernah dilakukan sekaligus pada kawanan ikan yang sama. Mengkombinasikan kedua metode ini diharapkan dapat menghasilkan informasi yang berhubungan dengan densitas ikan serta kecenderungannya baik dengan metode aktif maupun pasif. Penelitian ini dilakukan pada kawanan ikan nila (Oreochromis niloticus) dalam kondisi terkontrol berjumlah 50, 100, dan 150 individu ikan dengan kisaran panjang total 10-13cm. Akuisisi data akustik aktif dan pasif dilakukan secara stasioner selama 15 menit pada keramba jaring apung (KJA) ukuran 2 m×2 m×1.8 m menggunakan echosounder CruzPro PcFF-80 frekuensi 200 kHz (akustik aktif) dan hydrophone Dolphin EAR 100 (akustik pasif). Data akustik aktif diolah menggunakan program Matlab R2013b untuk menghasilkan nilai hambur balik volume (scattering volume, SV), sedangkan data akustik pasif diolah menggunakan program Wavelab untuk memperoleh nilai intensitas suara dalam domain frekuensi, selanjutnya keduanya dihubungkan dengan densitas ikan. Hasil pengukuran SV pada ikan berjumlah 50, 100 dan 150 individu secara berturut-turut adalah -45.898 dB, -45.887 dB dan -45.888 dB, dengan koefisien determinasi (R2) mencapai 0.6583. Terdapat penurunan rata-rata SV pada ikan berjumlah 150 individu yang diduga terjadi karena adanya efek shadowing, juga akibat ikan yang digunakan berukuran kecil. Intensitas suara tertinggi dan terendah ikan berjumlah 50 individu pada rentang frekuensi 0-22 kHz berturut-turut sebesar -28.306 dB dan -64.582 dB, pada ikan berjumlah 100 individu, sebesar -26.0793 dB dan -64.5296 dB, pada ikan berjumlah 150 individu sebesar -28.5246 dB dan -64.5679 dB.
Kompetisi antar alat tangkap untuk mendapatkan hasil tangkapan yang maksimal, menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya over fishing. Oleh sebab itu, alat tangkap ramah lingkungan merupakan acuan dalam penggunaan teknologi dan alat tangkap ikan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat keramah lingkungan dari masing-masing alat tangkap nelayan gill net yang ada di Kelurahan Nipah Panjang 1 pada bulan Februari 2018, berdasarkan kriteria FAO (1995). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dengan responden nelayan yang telah melaut minimal 5 tahun dan kapal yang digunakan minimal berukuran 3 GT. Sampel diambil sebanyak 50% dari masing-masing populasi alat tangkap untuk dianalisis tingkat keramah lingkungannya. Hasil analisis tingkat keramah lingkungan alat tangkap nelayan gill net di Kelurahan Nipah Panjang 1 menunjukkan bahwa gill net kurau termasuk dalam kategori alat tangkap sangat ramah lingkungan dengan nilai sebesar 28. Sedangkan untuk alat tangkap gill net 7 inci, gill net millennium, dan gill net 4 inci termasuk dalam kriteria alat tangkap ramah lingkungan dengan nilai berturut-turut adalah 25.2, 23.8, dan 23.5.
Ikan Hiu Thresher Shark (Alopias Macrourus), dinamakan “sangat panjang”, karena ekor heterocercal atau sirip ekor ikan ini yang sepanjang total panjang tubuhnya. Hiu thresher adalah predator aktif. Ekornya digunakan sebagai senjata untuk menyetrum mangsanya. Hiu thresher memiliki kepala pendek dan hidung berbentuk kerucut. Mulut umumnya kecil, dan gigi berbagai ukuran dari kecil ke besar.hiu ini memiliki mata relatif kecil yang berada untuk maju kepala.
Klasifikasi Thersher Shark
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Class: Chondrichthyes
Sub Class: Elasmobranchii
Ordo: Lamniformes
Super Ordo: Selachimorpha
Family: Alopiidae
Genus: Alopias
Species: A. Macrourus
Morfologi Hiu Thresher
Thresher shark memiliki sirip ekor (caudal fin) yang sangat panjang, panjang sirip ekor tersebut bisa mencapai dari panjang total keseluruhan Thresher shark
Gigi hiu relatif kecil, dengan bentuk melengkung dan sisi yang mulus
Mempunyai sirip punggung yang tegak menjulang ke atas
Bentuk tubuh seperti topedo yang memungkinkan untuk berenang dengan cepat
Sirip ekor berbentuk seperti hutup “V” terkadang seperti berbentuk “bulan sabit”
Memiliki sirip anal
Pada bagian kepala berbentuk seperti moncong
Memiliki sepasang sirip dada yang panjang dan serupa sabit besar
Umunya berawarna abu-abu, hitam dan ungu pada bagian atas tubuh dan berwarna putih pada bagian bawah tubuh
Landak laut atau disebut juga bulu babi (Echinoidea) merupakan hewan laut
yang berbentuk bundar dan memiliki duri pada kulitnya yang dapat digerakkan.
Binatang ini terbagi menjadi sekitar 950 spesies dan dapat ditemukan mulai dari
daerah pasang surut sampai di kedalaman 5000m.
Bulu
babi, yang dikenal dengan penamaan bahasa Inggris ‘Sea Urchin’, merupakan jenis
makrobenthos dari kelas echinoidea yang mempunyai ukuran diameter mencapai 163
mm dan berat 200 gr.
Anatomi Bulu Babi
Tubuhnya umumnya
berbentuk seperti bola dengan cangkang yang keras berkapur dan dipenuhi dengan
duri-duri (Nontji 2005). Durinya amat panjang, lancip seperti jarum dan sangat
rapuh. Duri-durinya terletak berderet dalam garis-garis membujur dan dapat
digerak-gerakkan, panjangnya dapat mencapai ukuran 10 cm dan lebih.
Berdasarkan
bentuk tubuhnya, kelas Echinodoidea dibagi dalam dua subkelas utama, yaitu bulu
babi beraturan (regular sea urchin) dan bulu babi tidak beraturan (irregular
sea urchin) (Hyman 1955 dalam Ratna 2002), dan hanya bulu babi beraturan saja
yang memiliki nilai konsumsi (Lembaga Oseanologi Nasional 1973 dalam Ratna
2002). Tubuh bulu babi sendiri terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian oral,
aboral, dan bagian diantara oral dan aboral (Lembaga Oseanologi Nasional 1973
dalam Ratna 2002). Pada bagian tengah sisi aboral terdapat sistem apikal dan
pada bagian tengah sisi oral terdapat sistem peristomial. Lempeng-lempeng
ambulakral dan interambulakral berada diantara sistem apikal dan sistem
peristomial. Di tengah-tengah sistem apikal dan sistem peristomial termasuk
lubang anus yang dikelilingi oleh sejumlah keping anal (periproct) termasuk
diantaranya adalah keping-keping genital.
Salah
satu diantara keping genital yang berukuran paling besar merupakan tempat
bermuaranya sistem pembuluh air (waste vascular system). Sistem ini menjadi
cirri khas Filum Echinodermata, berfungsi dalam pergerakan, makan, respirasi,
dan ekskresi. Sedangkan pada sistem peristomial terdapat pada selaput kulit
tempat menempelnya organ “lentera aristotle”, yakni semacam rahang yang berfungsi
sebagai alat pemotong dan penghancur makanan. Organ ini juga mampu memotong
cangkang teritip, molusca ataupun jenis bulu babi lainnya (Azis 1987 dalamRatna
2002). Di sekitar mulut bulu babi beraturan kecuali ordo Cidaroidea terdapat
lima pasang insang yang kecil dan berdinding tipis (Hyman 1955 dan Barnes 1987
dalam Ratna 2002)
Fakta-fakta Bulu Babi
Fakta-fakta terkait
dengan bulu babi atau landak laut antara lain :
Terdapat lebih dari
900 jenis landak laut yang ada di muka bumi ini.
Ukuran dari bulu babi
ini sekitar 4 sampai dengan 5 inchi
Kulit bulu babi
dibentuk dari bulu-bulu yang keras dan tumbuh pada bagian cangkang yang keras.
Mulut bulu babi
atau landak laut terdapat pada bagian tengah yaitu diantara bagian
tubuhnya atau tepatnya terdapat pada bagian bawahnya.
Jumlah gigi dari bulu
babi ini sebanyak 5 buah.
Bagian cangkang dari
bulu babi ini terdapat duri-duri yang berperan sebagai penggerak dari hewan tersebut.
Selain jadi penggerak,
duri-duri tersebut juga berguna sebagai penjepit makanan dan dapat menjadi
perlindungan diri pada saat bulu babi merasa terancam dari serangan predator.
Untuk beberapa jenis
dari bulu babi duri-durinya mengandung racun.
Ternyata bulu babi
juga dapat tinggal ditempat yang dangkal maupun dalam sampai dengan didasar
laut dan diatas karang.
Bulu babi juga dapat
hidup di muara yang mempunyai material berlumpur dimana mereka akan membenamkan
dirinya untuk dapat hidup ditempat ini.
Namun kebanyakan
mereka lebih memilih untuk hidup pada terumbu karang serta daerah yang sering
mengalami gelombang pasang.
Bulu babi mempunyai
gigi yang terbuat dari kalsium karbonat walaupun tidak dapat terlihat secara
kasat mata.
Fungsi gigi dari hewan
bulu babi ini adalah untuk mengunyah makanan termasuk juga batu.
Bulu babi adalah
binatang omnivora dan makanan yang sangat disukai oleh bulu babi atau landak
laut ini adalah ganggang, rumput laut, ikan yang sudah mati, kerang.
Predator dari bulu
babi ini adalah siput, burung, dan kepiting.
Sebenarnya bulu babi
lebih aktif dimalam hari dan lebih pasif pada siang hari,
Mereka mencari makan
dengan cara berjalan menggunaakn bagian kecil seperti kaki yang terletak pada
bagian bawah perutnya.
Bulu babi atau landak
laut ini sangat mudah dijumpai pada seluruh perairan didunia namun akan sulit
menemukannya pada bagian kutub.
Tidak semua bulu babi
mempunyai duri yang tajam serta panjang untuk dijadikan sebagai pertahanan diri
mereka. Ada juga beberapa bulu babi yang mempunyai duri yang tumpul dan pendek
tetapi sangat memberikan dampak yang serius bagi yang terkenanya.
Bulu babi melakukan
reproduksi dengan cara yang unik yaitu pada bulu babi jantan mereka akan
melepaskan spermanya kedalam air. Sedangkan untuk bulu babi betina akan
melepaskan telurnya pada sekitar sprema dan pada saat keduanya bersentuhan satu
sama lain yang kemudian membentuk janin baru.
Bulu babi hidup di
perairan dangkal dan memiliki terumbu karang. Bulu babi berjalan dengan kaki
tabung dan rambutnya yang kaku dan kuat. Hewan ini aktif pada malam hari untuk
mencari makan di sekitar karang. Bulu babi termasuk hewan omnivora. Selain
makan alga yang menempel pada karang, bulu babi juga menyukai hewan-hewan kecil
dan sisa-sisa hewan laut yang mati. Konon, banyaknya hewan bulu babi merupakan
tanda rusaknya terumbu karang. Namun, bulu babi juga menjadi tanda bahwa tempat
tersebut tidak tercemari logam berat.
·
Sistem Pencernaan
Bulu Babi
Sistem pencernaan bulu
babi berupa saluran panjang dan melingkar dalam cangkang. Saluran pencernaan
dimulai dari mulut, terletak di daerah oral, kemudian kerongkongan yang
memiliki saluran sifon dan bersilia.
Saluran sifon
menghubungkan kerongkongan dengan usus. Saluran pencernaan yang
dikelilingi oleh lima rangka samping yang ada dalam cangkang (terkenal sebagai
“lentera aristoteles”) adalah lambung yang di perluas oleh kantong-kantong dan
berakhir di rektum. Anus terletak di daerah permukaan aboral, yaitu di pusat
tubuh diantara lempeng kapur yang mengandung dua, empat, sampai lima lubang
genital. Beberapa echinoidea memiliki mulut dan anus di bagian pinggir
tubuhnya, tetapi ada pula yang mulutnya terletak di tengah.
·
Sistem
Pernafasan Bulu Babi
Pernafasan Bulu Babi
menggunakan paru- paru kulit atau dermal branchiae(papulae) yaitu penonjolan
dinding rongga tubuh (selom) yang tipis. Tonjolan ini dilindungi silia dan
pediselaria. Pada bagian inilah terjadi pertukaran oksigen dan karbondioksida.
Ada pula beberapa jenis Echinodermata yang bernafas menggunakan kaki tabung.
Sisa –sisa metabolism yang terjadi di dalam sel-sel tubuh akan diangkut oleh
amobacyte (sel-sel ameboid) ke dermal branchie untuk selanjutnya dilepas keluar
tubuh.
·
Manfaat
Bulu Babi
Echinoidea berperan dalam rantai makanan dan menjaga
keseimbangan ekosistem laut. Sampah-sampah organisme tak akan hilang
begitu saja. Echinoidea berperan penting terhadap perputaran bahan organik di dasar
laut. Oleh karena itu Bulu Babi, Ular Laut, Bintang Laut, dan hewan
Echinodermata sering disebut dengan hewan pembersih laut dan pantai.
Telur bulu babi
mengandung protein sehat yang tinggi bahkan mencapai angka 70%. Selain
itu, telur bulu babi juga mengandung senyawa lain seperti zat besi, mineral
juga asam amino. Sementara itu, di Negara lain, bulu babi telah menjadi salah
satu komoditas laut yang cukup menjanjikan. Di Negara seperti Mediterania, New
Zeland, dan Amerika Utara, bulu babi lazim dikonsumsi mentah bersama perasan
jeruk lemon. Sementara itu di Jepang, bulu babi populer sebagai pelengkap
kuliner sushi juga sashimi. Dengan komposisi senyawa yang dikandungnya, bulu
babi cukup bergizi untuk di konsumsi.
Bulu babi juga
terbukti mampu menyembuhkan beberapa jenis penyakit misalnya mereduksi
kolesterol jahat dalam darah, menurunkan tekanan darah, memperbaiki sistem metobolisme,
menambah vitalitas, dan masih banyak lagi lainnya.
Hampir semua bagian
tubuh bulu babi memiliki manfaat. Sebut saja cangkangnya, bagian ini bisa
diolah menjadi tepung yang digunakan sebagai pakan ternak. Tak hanya itu,
bagian cangkang juga bisa dijadikan produk kerajinan berkualitas tinggi.
Sementara itu bagian lain seperti usus juga sangat baik diolah menjadi pupuk
organik.
Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) аdаlаh sejenis ikan laut
dаrі suku Scombridae. Sifat hidup Ikan Tongkol Tеrutаmа menjelajah dі perairan
dangkal dekat pesisir dі kawasan Indo-Pasifik Barat. Dalam perdagangan
internasional dikenal ѕеbаgаі kawakawa, little tuna, mackerel tuna, atau false
albacore.
Ikan Tongkol merupakan ikan tangkapan nelayan уаng penting
dі berbagai negara dі wilayah sebarannya. Tongkol como terbanyak ditangkap dі
Filipina, Malaysia, dan Pakistan; ѕеmеntаrа dі India ikan іnі menduduki posisi
уаng cukup penting. Walaupun sebenarnya bila di telisik lebih jauh Malaysia dan
Filipina komoditas tongkol nya berasal dari lautan Indonesia.
Ikan ini memiliki panjang cagak maksimal (fork length) 100
cm dengan berat 13.6 kg. Ukuran panjang cagak rata-rata saat dewasa adalah 60
cm. Bentuk badannya melengkung di tengah dan meruncing pada sisi depan dan
belakang. Pada bagian punggung terdapat 2 sirip yang memudahkan ikan ini dalam
berenang di laut. Oleh sebab itu, ikan ini juga dikenal sebagai perenang
tercepat di kelasnya. Terdapat juga sirip-sirip kecil (finlet) di bagian sirip
punggung dan sirip dubur.
Bagian tubuh atas berwarna biru tua dan bagian tubuh bawah
berwarna putih silver. Pada punggung terdapat 10-12 jari-jari sirip dan 10-13
jari-jari sirip halus. Pada bagian dubur terdapat 10-14 jari-jari sirip halus.
Ikan Tongkol, atau
biasa disebut Eastern Little Tuna masuk kedalam suku Scombridae.
Karakteristik
Ikan
tongkol mempunyai karakteristik badan bulat seperti cerutu dan padat. Terdapat
8 sirip tambahan (finlet) di belakang sirip punggung kedua dan sirip dubur dan
pada ekor terdapat satu keel diantara 2 keel pada setiap sisi tubuh. Punggung
berwarna gelap dengan garis tidak teratur berwarna biru kehitaman. Sedangkan
perut berwarna cerah. Jenis yang paling umum tertangkap di Indonesia
adalah Euthynnus affinis.
Nama
lokal: Tongkol Komo, mangkok, Ambu-Ambu, Tongkok Kurik, Sembak.
Habitat
Ikan
tongkol termasuk ikan yang hidup pada perairan Laut epas namun dekat dengan
garis pantai. Ikan-ikan muda sering masuk ke dalam teluk atau pelabuhan.
Gerombolannya terbentuk bersama spesies lain, terdiri dari 100 sampai 5.000
ekor. Termasuk predator oportunistik dengan jenis makanan dari ikan kecil
(Clupeidae dan Engraulidae), Cumi-cumi, Crustacea sampai Zooplankton.
Alat Tangkap
Ikan
Tongkol biasa ditangkap dengan Huhate (Pole&Line). Untuk mempertahankan
ikan tetap dalam gerombolan disekitar perahu, nelayan melemparkan ikan Teri
hidup ke dalam air. Belakangan ini ikan Tongkol juga ditangkap dengan Pancing
Tonda yang diisi dengan umpan Bulu. Seperti Ikan Cakalang, armada Tonda yang
terkenal adalah Kedo-Kedo dan Bubu Cakalang. Ikan Tongkol bisa dijual dalam
bentuk pindang dan ikan kaleng. Jenis ini termasuk komoditas ekonomis penting
bagi nelayan skala kecil dan menengah. Ikan Tongkol bisa mencapai ukuran 100
cm, dan lebih sering tertangkap pada ukuran 40 – 60 cm.
Spesies di Indonesia
1. Auxis rochei rochei (Risso, 1810) Bullet Tuna
Komersial
tinggi, ukuran umum < 50cm;
Alat
Tangkap : Seines, Gill Net, Perangkap, Trawls dan Liftnets;
Habitat:
di Perairan Pantai dan mengelilingi pulau;
Makanan:
ikan-ikan kecil, Anchovies, Crustaceans (Kepiting dan Stomatopod Larvae) dan
Cumi-cumi;
Lokasi
: ditemukan di Selatan Barat Sumatera, Jawa, Bali dan Laut Timur Indonesia.
Saya yakin yang mengakses
artikel ini pasti sudah mengetahui tentang arus lautan. Seperti yang dikita
ketahui, arus merupakan pergerakan massa air dari satu tempat ke tempat yang
lain. Massa air yang bergerak memiliki peranan yang sangat penting bagi
kelangsungan hidup organisme laut di antaranya ikan.
Arus lautan dunia
Dengan mempelajari arus lautan, kita bisa turut mengetahui tingkah laku ikan pada suatu perairan.
Berikut ini beberapa manfaat arus untuk ikan.
Arus berperan untuk mengangkut telur dan juvenil ikan dari daerah
spawning ground ke nursery ground dan dari nursery ground ke feeding ground.
Migrasi ikan dewasa bisa terpengaruh oleh arus yang bertindak
sebagai alat orientasi dan sebagai pembantu rute migrasi.
Tingkah laku harian bisa terpengaruh oleh arus (terutama oleh arus
pasang)
Arus terutama pada perbatasanya, bisa mempengaruhi penyebaran ikan
dewasa baik secara langsung lewat pengaruhnya terhadap mereka atau secara tidak
langsung lewat pengelompokan makanan ikan atau membawanya ke perbatasan
lingkungan (misalnya perbatasan suhu)
Arus bisa mempengaruhi kandungan lingkungan alam dan akan
menentukan secara tidak langsung batas-batas penyebaran geografis.
Menyediakan keseimbangan nutrien. Setiap makhluk hidup, memerlukan
nutriien untuk bertahan hidup, demikian juga ikan, nutrien diperlukan dalam
rantai makanan ikan. Nutrisi dalam laut berasal dari daratan dan
dari hasil penguraian yang terjadi di dalam laut itu sendiri. Kabanyakan
nutrien menumpuk di dasar perairan. Dengan adanya arus, nutrien dapat terangkat
ke kolom perairan dan tersebar dari satu perairan ke perairan lainnya.
Pengaruh oksigen bagi ikan dapat dijelaskan sebagai berikut :
Proses respirasi yang terjadi dalam tubuh ikan umumnya terjadi ketika ikan menyerap oksigen terlarut dan menghasilkan Karbondioksida ke dalam air. Tempat pergantian gas pada ikan biasanya terjadi di insang, namun pada beberapa ikan, pergantian ini dapat juga terjadi melalui kulit.
Secara umum, laju konsumsi oksigen pada ikan menunjukan intensitas metabolismenya. Laju ini dipengaruhi oleh ukuran ikan dan sifat air seperti suhu dan kadar karbon dioksida. Menurut Brown (1987) peningkatan suhu 1° C akan meningkatkan konsumsi oksigen sekitar 10%. Hal ini dikarenakan, kenaikan suhu akan meningkatkan laju metabolisme, sehingga kebutuhan oksigen pun ikut meningkat. Jika dalam kondisi tersebut, darah tidak mengandung cukup oksigen, hewan akan mengalami hipoksia atau bahkan asfiksia (Isnaeni, 2006).
Menurunnya kadar oksigen pada perairan, akan mengakibatkan berkurangnya laju metabolisme. Dengan demikian dapat membatasi aktivitas ikan seperti perkembangan, pertumbuhan hingga pergerakan ikan.
Kadar Oksigen dalam laut bervariasi tergantung suhu dan kedalaman. Variasi oksigen di permukaan cukup kecil. Di kedalaman termoklin hingga lapisan dalam, biasanya kandungan oksigen tergolong lebih rendah.
Untuk lebih jelasnya, perhaikan diagram di atas ya… Meskipun oksigen sangat dibutuhkan bagi kelangsungan ikan. Tapi ada juga loh, ikan yang mampu hidup dengan kadar oksigen rendah, bahkan dalam keadaan tanpa oksigen. Ikan yang mampu hidup dengan kandungan oksigen terbatas umumnya ditemukan pada dasar perairan yang dalam. Beberapa Spesies yang mampu hidup pada kondisi minim oksigen diantarany adalah Cherublemma emmelas dan Cephalurus cephalus. Ikan ini ditemukan pada kedalaman antara 600-900 meter pada ekspedisi di Teluk California yang dipimpin oleh Monterey Bay Aquarium Research Institute (MBARI). Hingga saat ini para peneliti belum bisa menjelaskan dengan pasti, bagaimana kedua jenis ikan tersebut dapat hidup dalam kondisi ekstrim. Hipotesis yang mungkin adalah ukuran insang ikan yang diperbesar yang memungkinkan kedua jenis ikan ini menyerap oksigen sebanyak-banyaknya.hmmmm… kira-kira, ada yang tertarik untuk meneliti jenis ikan seperti ini? mengingat di perairan Indonesia kan juga ada palung yang dalam. Pasti banyak ikan-ikan yang mampu hidup di kondisi ekstrim.
Struktur sedimen merupakan pola yang terbentuk dari materi-materi yang terdeposit. Pola ini akan memberikan pandangan yang spesifik di lingkungan dimana proses deposit materi tersebut terjadi sepanjang waktu. Di wilayah laut dangkal seperti perairan Indonesia, struktur sedimen biasanya berasosiasi dengan aliran atau arus.
Struktur sedimen umumnya dibedakan menjadi beberapa golongan yaitu :
Struktur anorganik Struktur anorganik terutama pelapisan, contoh : graded beding (struktur materi ukuran kasar dibawah daripada ukuran lebih halus), cross beding (susunan materi yang tersusun miring dengan sudut selebar 35), ripples (Struktur sedimen dengan membetuk tumpukan pasir/lanau yang bergelombang atau ber-riak), dan biotubation (struktur sedimen yang tersusun atas sisa-sisa biologis yang terakumulasi). Pelapisan berkaitan erat dengan proses bagaimana lapisan-lapisan sedimen (sediment layers) saling menumpuk satu sama lain sepanjang waktu. Struktur sedimen dengan pelapisan-pelapisan ripples, oscillating ripples, cross bedding, graded beds, mudcrack, dan flute sangat mungkin terjadi dan banyak ditemui di wilayah perairan dangkal Indonesia yang memiliki kondisi angin, lautan, dan iklim yang khas.
Struktur biogenik Struktur biogenik yang terbentuk dari sisa-sisa organisme laut. Ada tiga megafosil pembentuk sedimen dengan struktur ini yaitu: Coral dan calcareous algae yang membentuk coral reef limestone, Moluska yang membentuk coquina limestone, dan Bryozoa yang membentuk bryozoan limestone. Wilayah perairan Indonesia yang kaya akan jenis biota-biota laut ini akan membuat struktur sedimen biogenik.
Struktur deformasi Struktur deformasi terdiri dari convolute bedding, ball and pillow dan diapirik. Struktur deformasi yang umum dikenal adalah soft sediment structure (SSD) yang terbentuk pada saat deposisi atau beberapa waktu setelahnya. Terjadi pada tahapan pertama dari konsolidasi sedimen yang terjadi karena sedimen harus bersifat seperti cair (liquid-like) agar proses deformasi terjadi.
Struktur sedimen autigenis Struktur sedimen autigenis yang terbentuk di dalam sedimen dan pada dasar lautan, yaitu melalui proses presipitasi mineral dari air laut karena reaksi fisik-kimiawi-biologi. Sedimen ini dapat berasal dari aktivitas hidrotermal atau biogenis. Terdapat lima jenis sedimen dengan struktur ini yaitu: sedimen kaya logam dan besi oksida, Manganese nodule, Phosphorite, Zeolite, dan Barite. Struktur-struktur sedimen yang telah dijelaskan di atas sangat umum terjadi di wilayah perairan Indonesia. Jenis sedimen dapat berupa pasir, lumpur, sedimen silica, gambut, dan materi-materi organik.
Suhu dan salinitas
merupakan parameter oseanografi yang penting dalam sirkulasi untuk mempelajari
asal usul massa air. Kedua parameter ini serta tekanan menentukan densitas
antara dua tempat akan menghasilkan perbedaan tekanan yang kemudian
memicu aliran massa air dari tempat yang bertekkanan tinggi ke tempat
bertekanan rendah. Di samping itu, dengan menggabungkan suhu dan salinitas
dalam suatu diagram (dikenal sebagai diagram T-S) kita dapat melacak asal usul
massa air tersebut.
Contoh diagram TS dapat dilihat pada gambar di bawah ini :
Berdasarkan sebaran suhu secara vertikal, perairan terbagi atas tiga lapisan yaitu (Steward, 2006):
Ø Lapisan homogen (surface layer) pada permukaan perairan
Ø Lapisan diskotinuitas
atau biasa disebut lapisan termoklin (thermocline layer) di tengah
Ø Lapisan dingin/lapisan
dalam (deep layer) dibagian
bawah
Suhu air laut
dipengaruhi oleh cuaca, kedalaman air, gelombang, waktu pengukuran, pergerakan
konveksi, letak ketinggian dari muka laut (altitude), upwelling, musim, konvergensi, divergensi,
dan kegiatan manusia di sekitar perairan tersebut serta besarnya intensitas
cahaya yang diterima perairan. Suhu suatu perairan dipengaruhi oleh radiasi
matahari; posisi sinar matahari; letak geografis; musim; kondisi awan; serta
proses interaksi antara air dan udara, seperti aliran panas (heat), penguapan, dan
hembusan angin.
King (1963) menyatakan
bahwa perubahan suhu terhadap kedalaman bergantung pada empat faktor, yaitu
variasi jumlah panas yang diserap, efek konduksi panas, perpindahan massa air
oleh arus, dan pergerakan vertikal dari air. Variasi dari keempat faktor ini
menyebabkan sulit untuk menyeragamkan perubahan suhu tahunan terhadap kedalaman
Menurut Nontji (2005), adanya
radiasi matahari yang
tinggi pada siang hari,
menyebabkan lapisan permukaan perairan memiliki suhu
dengan massa air hangat, sedangkan
berdasarkan pada kedalaman suhu akan semakin menurun dan akan mengalami
penurunan yang sangat cepat pada kisaran kedalaman antara 50-300 meter. Suhu
berdasarkan kedalaman akan semakin berkurang disebabkan
karena intensitas cahaya matahari. Massa air permukaan hangat yang disebabkan oleh adanya
pemanasan yang terjadi secara terus-menerus sepanjang tahun. Pemanasan tersebut
mengakibatkan terbentuknya stratifikasi di dalam kolom perairan yang disebabkan
oleh adanya gradien suhu.
Faktor-faktor yang
mempengaruhi suhu permukaan laut adalah presipitasi
(akibat curah hujan yang menyebabkan turunnya suhu permukaan laut), evaporasi
(akibat aliran bahang dari udara menyebabkan naiknya suhu permukaan), kecepatan
angin, intensitas cahaya matahari, dan faktor-faktor fisika yang terjadi di
dalam kolom perairan.
Sebaran suhu secara vertikal di
perairan Indonesia dapat dibedakan menjadi tiga lapisan yakni, lapisan hangat
di bagian permukaan dimana pada lapisan ini gradien suhu berubah secara
perlahan, lapisan termoklin di tengah dimana suhu gradien suhu berubah secara
cepat terhadap kedalaman, dan lapisan dingin di bagian bawah lapisan termoklin
dimana suhu air laut konstan sebesar 4°C (Nontji, 1987). Suhu permukaan
laut di Indonesia umumnya berkisar antara 28 – 31 ºC yang merupakan
ciri perairan tropis. Variasi suhu tahunan rata-rata cenderung kurang dari
2 ºC. Soegiarto dan Birowo (1975), mengemukakan bahwa suhu permukaan di perairan
Indonesia berkisar antara 28-30º C dan di daerah upwelling suhunya dapat turun mencapai 25 oC dan secara horisontal suhu permukaan laut di perairan Indonesia memiliki variasi tahunan yang rendah, namun variasi tersebut masih
menunjukkan perubahan musiman. Perubahan ini dipengaruhi oleh posisi
matahari dan pengaruh massa air di daerah lintang tinggi.